Perbedaan Penggerak Roda Depan dan Belakang, Lebih Unggul yang Mana?
Perbedaan Penggerak Roda Depan dan Belakang, Lebih Unggul yang Mana?

Perbedaan Penggerak Roda Depan dan Belakang, Lebih Unggul yang Mana?

January 26, 2022
0 Comments

Autoclub.id – Masih banyak masyarakat yang kerap bingung mengenai perbedaan penggerak roda depan dan belakang. Mengingat kedua sistem penggerak tersebut jadi mayoritas produk yang dijajakan di Indonesia.

Sebagai gambaran, tenaga mesin disalurkan ke ban mobil melalui sistem penggerak. Secara garis besar, sistem penggerak yang umum terdiri dari dua jenis, yakni depan atau front wheel drive (FWD) dan rear wheel drive (RWD). 

Contoh mobil yang dibekali sistem penggerak roda depan seperti Toyota Raize, Mitsubishi Xpander, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk sistem penggerak roda belakang seperti Toyota Rush dan Toyota Avanza.

Aplikasi sistem penggerak tersebut dilatari oleh peruntukan dan kebutuhan kendaraan yang memanfaatkannya. Untuk lebih jelasnya kalian bisa simak ulasan perbedaan penggerak roda depan dan belakang, berikut dengan kelebihan dan kekurangannya.

Sistem Penggerak Roda Depan

Mobil penggerak roda depan

Pertama yang akan kami bahas sebelum lebih jauh membahas perbedaan sistem pengegrak roda depan dan belakang ialah sistem penggerak roda depan atau disingkat FWD (Front Wheel Drive). Sistem penggerak ini banyak digunakan kendaraan kompak atau perkotaan.

Biasanya tenaga dari mesin akan disalurkan melalui kedua roda depan. Sistem ini memiliki keunggulan terbesar dalam hal efisiensi lantaran posisi mesin, girboks dan as roda searah dan semuanya berada di depan.

Respons mesin tersalurkan dengan lebih optimal dan membuat konsumsi bensin lebih irit lantaran tenaga tidak banyak tereduksi mengingat komponen penggeraknya lebih sedikit. Mengingat konstruksinya lebih ringkas dan kompak, maka bobot keseluruhan mesin hingga as roda dapat dipangkas supaya lebih ringan.

Posisi mesin pada penggerak roda depan umumnya melintang (tranverse) yang memberi dampak ruang mesin dapat didesain lebih kompak guna membuat kabin lebih lega. Dengan dimensi yang sama dengan mobil RWD (Rear Wheel Drive), kabin mobil FWD bakal lebih luas dan nyaman.

Tidak adanya poros penerus tenaga ke as roda belakang atau kerap disebut as kopel membuat lantai kabin rata dan lebih senyap karena minim vibrasi.

Pun begitu, sistem penggerak roda depan tetap memiliki kekurangan. Pertama adalah beban kerja area kaki-kaki depan mulai dari roda, kemudi, hingga suspensi lebih berat lantaran tugasnya sebagai penggerak sekaligus kemudi, termasuk menahan beban mobil ketika pengereman. 

Kondisi ini berpengaruh pada usia pakai beberapa komponen penggerak roda depan, terutama as roda yang mudah termakan usia. Perkara pengendalian, mobil penggerak roda depan lebih cenderung understeer alias tidak mau berbelok karena bobot mobil bertumpu di depan.

Lainnya adalah tantangan menanjak, di mana bobot kendaraan berpindah ke as roda belakang sehingga ban depan sulit mendapatkan traksi optimal.

Penggerak Roda Belakang

Mobil penggerak roda belakang

Gimana setelah membahas sistem penggerak roda depan, sekarang sudah ada gambaran mengenai perbedaan penggerak roda depan dan belakang? Selanjutnya kami juga akan membahas sistem penggerak roda belakang atau disingkat RWD (Rear Wheel Drive) sudah dipakai lebih dahulu ketimbang FWD.

Mobil RWD memanfaatkan roda belakang untuk menyalurkan tenaga dari mesin, sementara roda depan murni hanya untuk mengarahkan dan mengendalikan mobil. Terdapat poros penerus atau drive shaft (as kopel) yang diletakkan antara transmisi dan as roda belakang untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin mobil.

Kelebihan RWD adalah distribusi bobot lantaran posisi mesin di depan, girboks dan as kopel di tengah dan differensial (gardan) di belakang. Karena distribusi bobot yang lebih ideal ini, penggerak roda belakang memiliki pengendalian yang lebih baik namun cenderung oversteer. 

Fungsi roda depan hanya untuk kemudi dan roda belakang untuk penggerak, beban kerja masing-masing roda dapat terdistribusi lebih optimal sehingga usia pakai komponen suspensi, kemudi, rem, dan penggerak dapat lebih panjang.

Mobil dengan penggerak roda belakang juga lebih andal melahap tanjakan karena roda penggerak di belakang membuat ban tidak mudah kehilangan traksi akibat pindahnya bobot mobil ke belakang.

Sedangkan bicara kekurangan, mobil RWD tentunya tak lepas dari kekurangan. Seperti efisiensi penyaluran tenaga berkurang akibat terdapatnya kerugian mekanis, di mana tenaga akan disalurkan via komponen ekstra seperti as kopel sebelum ke gardan belakang.

Umumnya mesin RWD menganut tata letak longitudinal atau membujur sehingga membutuhkan ruang mesin lebih besar dan mengorbankan area kabin. Ditambah, lantai kabin akan disesaki dengan terowongan untuk transmisi dan as kopel yang mengurangi teritori interior dan menambah kebisingan.

Add a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments (0)